Pariwisata Nias

By : Meiprieva

Nias is well known for its tourism objects: beautiful beaches, megalithic cultural heritage, stone jumping, the nearly extinct bird Magiao or Beo Nias, to name a few.( ngerti gak ngerti yang penting speak english ah……… hehehehe)

Pantai Sorake

Duabelas kilometer sebelum sampai Teluk Dalam akan dijumpai dua pantai yang indah yaitu pantai Lagundri dan Sorake. Jarak antara pantai Lagundri ke Sorake hanya dua kilometer. Di pantai Sorake inilah salah satu surganya para pemain peselancar. Di pantai ini sering diadakan kejuaraan bertaraf internasional. Sorake termasuk the best ten tempat peselancar di dunia. Salah satu keunggulannya selain ombaknya yang tinggi bisa mencapai 4,5 meter juga panjang daya dorong ombaknya yang bisa mencapai 200 meter. Hal ini sudah dibuktikan dalam salah satu perlombaan bertaraf international di sana. Tapi sayangnya semenjak gempa permukaan laut pantai Nias meninggi sampai satu meter sehingga pantaipun menjadi menjorok ke laut. Kini karang-karang mencuat bertonjolan keluar di bibir pantai Sorake.

Megalith

Arca-arca batu berusia ratusan tahun bisa dijumpai di halaman-halaman rumah penduduk. Di Gomo setidaknya ditemukan 14 titik yang merupakan situs batu megalit. Tapi yang sudah dibuka untuk umum baru empat situs, semua yang telah dipugar pemerintah. Semua situs itu terletak di ladang dan hutan penduduk setempat di daerah Idanotai, Lahusa Satua dan Tundu Baho. Untuk menuju ke sana hanya bisa di tempuh dengan berjalan kaki atau kendaraan roda dua. Itu pun harus menyeberangi arus sungai dan jalan setapak di pegunungan yang kemiringan konturnya mencapai 45 derajat, sangat melelahkan memang.

Lompat Batu

Melompat batu ‘fahombo batu‘ telah menjadi salah satu cirikhas masyarakat Nias. Banyak orang luar yang mengingat atau membayangkan Nias dengan lompat batu, sehingga ada juga yang mengira bahwa semua orang Nias mampu melompat batu yang disusun hingga mencapai ketinggian 2 m dengan ketebalan ! 40 cm.

Lompat batu merupakan tradisi masyarakat Nias Selatan, khususnya Telukdalam. Tradisi ini tidak biasa dilakukan oleh masyarakat Nias di wilayah lain, dan hanya kaum laki-laki yang melakukannya. Hal ini juga telah menjadi indikasi perbedaan budaya nenek moyang atau lelehur masyarakat Nias. Yang harus diketahui lagi, tidak pernah ada perempuan Nias yang melompat batu.

Pada mulanya melompat batu, tidaklah seperti yang kita saksikan sekarang. Baik fungsi maupun cara penguasaannya. Dahulu melompat merupakan kombinasi olah raga dan permainan rakyat yang gratis, bukan tradisi komersial.

Beo Nias

Beo Nias (Gracula religiosa robusta) adalah satu jenis burung yang berasal dari Sumatera Utara dan banyak diminati oleh masyarakat. Burung ini lebih dikenal dengan nama: Burung Beo. Burung beo banyak dipelihara sebagai burung kesayangan karena kepandainnya bisa menirukan suara manusia.

” Di rumah…Tidur…Sendiri….”

Advertisements

13 Responses so far »

  1. 1

    Klo sy tdk slh paham, jd skrg Lompat Batu sudah dikomersialisasikan ya? Maksudnya hanya ada pd event atau acara tertentu? Atau hanya akan diadakan jika ada yg mau ‘membayar’ pertunjukan itu? spt topeng monyet dunk =)) <<< just kidding
    Hmmm, sptnya sy prnh dengar burung beo yg bisa bilang “Dirumah… Tidur….Sendiri 😕 dimana ya?
    Oh ya, please nama latin Beo Nias dicetak miring ya mas/mbak (dgn begitu akan mendpt apresiasi lebih baik dr para rimbawan sedunia, spt sy ini 😀 )

    Bagi yg mw tau lebh bnyk ttg kerabat dan penyebaran spesies ini: http://www.cites.org/eng/com/AC/22/E22-10-2-A3.pdf

  2. 2

    meiprieva said,

    Klo sy tdk slh paham, jd skrg Lompat Batu sudah dikomersialisasikan ya? Maksudnya hanya ada pd event atau acara tertentu? Atau hanya akan diadakan jika ada yg mau ‘membayar’ pertunjukan itu? spt topeng monyet dunk =)) <<< just kidding
    Hmmm, sptnya sy prnh dengar burung beo yg bisa bilang “Dirumah… Tidur….Sendiri 😕 dimana ya?
    Oh ya, please nama latin Beo Nias dicetak miring ya mas/mbak (dgn begitu akan mendpt apresiasi lebih baik dr para rimbawan sedunia, spt sy ini 😀 )

    Bagi yg mw tau lebh bnyk ttg kerabat dan penyebaran spesies ini: http://www.cites.org/eng/com/AC/22/E22-10-2-A3.pdf

    namanya juga usaha bang will, kalo gak di komersilkan ntar gak ada yang mau belajar lompat batu semua. Yah kalo mo lihta atraksi lompat batu gratis ya di acara pergelaran budaya atau acara lainnya. gak mahal koq bang nontonnya, harga masi bisa di nego. Lebih mahal dari nyaksikan Tari Kecak atau Barong di Bali…. Seep dah bang ntar di miringin. Tx dah mau mampir.

  3. 3

    wicqes said,

    nias salah satu daerah yg berpotensi untuk pariwisana…apa lagi buat surfer…..ombak yg menantang,dgn feet yg cukup tinggi…pokonya the best lah…

    seandainya di majukan bahkan bisa mengalahkan bali…..di tambah durian yg sangat murah di sna……hehehehehehe

    juga burung Beo nya…………

    lagundri and sorake is the bast……

  4. 4

    Eta said,

    fahombo batu… 2 meter…. tinggi bener;))
    😕 gimana cara lompat na ya… heheheheh…
    mmm.. uda jarang bgt sekarang ada acara2 lompat batu, klo ada acara2 khusus ato momen2 tertentu baru ada kali yak…
    tujubelasan kemarin ada ga ya perlombaan lompat batu :-?…
    😮 sapa bilang cewe ga bisa lompat batu ???
    sering koq lompat batu (kerikir) :”>
    hehhehehehehe………

    idem ma will pernah jg denger beo ngomong “Di rumah…Tidur…Sendiri….” kaya na ga asing tuh ;))

    megalith 😕 pernah dengar… dimana yak 😕
    di sekolah :)) dibuku sejarah…:”>
    ……”Untuk menuju ke sana hanya bisa di tempuh dengan berjalan kaki atau kendaraan roda dua. Itu pun harus menyeberangi arus sungai dan jalan setapak di pegunungan yang kemiringan konturnya mencapai 45 derajat, sangat melelahkan memang”….. susah bener tp kaya na bisa kebayar mua tuh bis liat arca2 yg bersejarah kaya megalith….

    wat Authors “meiprieva” semangat trus yak…..
    sukses!!! chayyo…chayyo…. 🙂

    masukin juga dunk kebudayaan ma tempat2 wisata didaerah laen….
    misal na Aceh..:”>

  5. 5

    cahtein said,

    hiiiiiii 😀 ;D die disini
    secara bini ane orang nias ……… seinget ane gak ada beo nias yang bisa
    ngomong kyk ” Dirumah…..tidur….sendiri” yang ane sering denger sich
    “Dirumah……Mojok……..Berdua” ;D

    klo masalah teluk dalam emang tuch ombak top banget klo mnrt penilaian
    ane bisa dibilang sama kayak di hawaiiiiiiiiiiiii hanya saja ombak nya ada ship
    (pergantian waktu tayang ghitu)

    buat yang mo nonton loncat batu gratis masich bisa kok di teluk dalam atas
    jgn yg dipantai adanya udang loncat sembunyi di karang…. 😀 klo pengen
    yang lebih menantang dlm arti pengen ikut loncat batu juga mending ente
    lamar aja anak perawan nias, kan nantinya disuruh loncat batu bakal
    sarat paling utamanya secara menunjukan klo ente berhasil berarti ente
    melindungi dan menafkahi keluarga nantinya………dgn usaha pastinya

    cawwwwwwwwwwwwwwww

    slamet buat bro eboh yang blog nya dach mulai berselancar di dunia ngenet
    😀 😀 😀 😀 😀 😀 😀 😀

  6. 6

    PY said,

    …..katanya laki-laki dewasa di nias selatan khususnya teluk dalam yang mau menikah mesti harus bisa melompati batu yang ketinggiannya mencapai 2 m dan tebelnya 40 cm itu ya? (emang klo gak lompati batu itu, dia blom dewasa n gak boleh menikah ya?)……

    …denger kata megalith…PY jadi inget ma guru sejarah PY d smp:((:((….setiap dia jelasin soal batu2 itu, PY selalu gak simak, jadi PY juga gak tau soal batu2 itu:((:((…jadi gak tau juga mo kasi komen apa ma batu2 tuh…….;))=)):))

    sukses ya buat authors “MEIPRIEVA” <—– penggabungan nama yang bagus tuh buat dijadikan nama anak….hahahahhahhaha=)):))

  7. 7

    meiprieva said,

    *5. cahtein atau bung ndoy thx dah sudi mampir (kaya nama restaurant tegal favorit wa nih sudi mampir wkwkwkwkwk) sering-sering kasih masukan ok bro.

  8. 8

    meiprieva said,

    *3. wah sepertinya sudah sering main ke nias nih sampai hapal harga durian hehehehe…. tx ya, sering-sering main ke blog ini.

    *4. Eta yang manis thaks buat supportnya … megalith itu artinya batu besar dan merupakan bagian dalam zaman prasejarah.. ayo bolak-balik lagi buku sejarahnya kalau masih lupa eta bisa koq kembali ke SMA hahahahahaha…
    Mengenai budaya aceh, saran yang bagus tapi kita lom pernah ke aceh. Gimana kalo eta bantuin kita memberi info tentang Aceh. Aceh dan Nias merupakan daerah yang bangkit dari bencana, kita akan bahas tuh kebangkitannya. Oce eta kita tunggu info dari aceh.

    *7. Py yang manis, untung bukan kita guru sejarahnya waktu SMA hahahahaha… Itu mitos jaman dulu seorang pria dikatakan dewasa kalau mampu melompati batu. Tetapi sekarangkan jamannya sudah beda, pola pikir juga berkembang. lompat batu sekarang jadi sarana atraksi budaya. gutu py….

  9. 9

    udin said,

    bu guru cara aktifin firewall gimana

  10. 10

    Yusuf said,

    Mo numpang nanya nich,beda ciri-ciri fisik beo mentawai sama beo nias, apa aj sich. Thank’s

  11. 11

    ghi said,

    good island

  12. 12

    RiaNovelita said,

    I like Pulau Nias

  13. 13

    Dias Domini said,

    just Beautyfully


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: